Langsung ke konten utama

Postingan

Amalan Tahun Baru Hijriyyah

  Amalan Tahun Baru 1. Puasa pada akhir tahun 2. Membaca do'a akhir tahun setelah sholat asar 3. Membaca do'a awal tahun setelah sholat maghrib diteruskan membaca ayat kursi 360x 4. Puasa pada awal tahun (tanggal 1 muharram) 5. Mulai tanggal 1-10 muharram setiap ba'da asar membaca do'a muharram berikut: Do'a Muharram ini dibaca 3x setiap ba'da asar mulai tanggal 1-10 Muharram Do'a Akhir Tahun ini dibaca 3x ba'da asar Do'a Awal Tahun ini dibaca 3x ba'da maghrib NIAT PUASA AKHIR TAHUN HIJRIYYAH NIAT PUASA AWAL TAHUN HIJRIYYAH
Postingan terbaru

AKULAH SANG RAJAWALI

Aku berjalan di lorong sunyi, membelah malam tanpa suara. Langkahku rapuh di bumi fana, namun ruhku memandang langit yang abadi. Aku bukan pencari dunia, bukan pemburu pujian manusia. Aku hanya seorang hamba, yang haus akan wajah-Mu, Ya Allah. Di dadaku ada badai, nafsu yang meraung seperti ombak hitam. Namun di setiap dzikir yang kusebut, Kau tenangkan lautan itu perlahan. Aku jatuh berkali-kali, hingga luka menjadi guru perjalanan. Air mata menjadi sungai taubat, dan sepi menjadi taman penghambaan. Lalu kutinggalkan diriku sendiri, kubakar nama dan keinginanku. Karena cinta sejati tak memberi ruang, bagi aku yang masih memeluk ego. Kini aku terbang seperti rajawali, melewati cakrawala jiwa. Sayapku bukan dari kesombongan, melainkan dari pasrah kepada-Mu. Kutembus langit makrifat, hingga waktu kehilangan makna. Tiada lagi “aku” di perjalanan ini, yang ada hanya Engkau semata. Fana’ billah adalah lautan cahaya, tempat segala nama dilebur. Dan ketika diriku lenyap seluruhnya...

“Metafisika Malam”

Di ujung langit—malam turun perlahan, membentangkan sunyi di atas kota yang tak pernah benar-benar tidur. Lampu-lampu menjadi bintang buatan, menyala untuk menutupi lelah yang disembunyikan manusia. Angin berjalan tanpa suara, menyisir gang-gang pikiran yang sempat gaduh. Dan aku duduk dalam diam, mendengar detak waktu seperti tasbih yang tak putus. Malam bukan sekadar gelap, ia adalah ruang panjang untuk merenung. Tempat jiwa menyusun ulang dirinya, setelah bertarung dengan cakrawala. Di bawah langit hitam yang luas, aku sadar: tidak semua luka harus dijelaskan, tidak semua sedih harus diumumkan, sebab sebagian ujian memang ditakdirkan menjadi rahasia. Malam mengajarkan ketundukan, bahwa manusia hanyalah titik kecil di semesta. Namun dalam kecil itu, Tuhan tetap menitipkan harapan dan ampunan. Aku menengadah—menyebut nama-Mu pelan, sebab doa tak selalu perlu kata-kata panjang. Kadang cukup satu kalimat ikhlas, yang keluar dari hati paling dalam. Terima kasih ya Rabb, atas ...

Doa Qunut Nazilah: Ijazah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari

Dalam tradisi ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, ketika umat Islam menghadapi musibah besar, kezaliman, atau ancaman yang menimpa kaum muslimin, dianjurkan membaca Qunut Nazilah dalam shalat sebagai bentuk doa, istighatsah, dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT. Amalan ini memiliki dasar dari sunnah Rasulullah ﷺ. Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah membaca Qunut Nazilah dalam shalat ketika terjadi musibah besar yang menimpa kaum muslimin. Di Nusantara, doa ini juga dikenal sebagai amalan yang diijazahkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari , pendiri Nahdlatul Ulama, kepada umat Islam agar dibaca ketika menghadapi keadaan genting, penindasan, atau bencana besar yang menimpa kaum muslimin. Melalui tulisan ini, Muhammad Ivan ad-Dimawy bermaksud menyampaikan kembali ijazah dan amalan tersebut agar dapat diamalkan oleh kaum muslimin sebagai bentuk doa dan ikhtiar spiritual kepada Allah SWT. Teks Doa Qunut Nazilah اللّٰهُمَّ الْعَنْ الْكَفَرَةَ الَّذِي...

Syi'ir Ngawulo Dateng Allah

Syi'ir Ngawulo Dateng Allah Cipt: Muhammad Ivan Ad-Dimawy مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا # عَلىٰ حَبِيْبِكَ خـَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِمِ هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجٰی شَفَاعَتُهٗ # لِکُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ Ayo poro sedulur, podo ngakehno syukur Marang Allah kang ngatur, tur dzat kang moho luhur Ayo podo elingo, marang sangkan paranmu Supoyo biso bali, marang Allah kang suci Ojo podo kesusu, anggenipun lelaku Setitik yen lumintu, mongko bakal ketemu Lampahing poro wali, niku lampah kang suci Monggo kito derek i, nganti sowan ing gusti Sholat dzikir lan ngaji, nuli ziaroh kubur Kedah kito tandangi, kelawan manteping ati Ojo podo ngoyo, ngejar ing bondho ndunyo Kejaro akhiratmu, bakal toto uripmu Ngawulo dateng Allah, niku tujuan kito Gesang ing alam ndunyo, ingkang namung sak dermo Mboten nate ajrih, mboten nate susah Niku tondone wali, kedah kito ugemi Monggo kito lampahi, gesang ing alam ndunyo Kelawan lampah sejati, tindak lampah pinuj...

Amalan Masa Isti‘dādiyah Santri Baru

  Selama 41 hari masa isti‘dādiyah, santri baru dilarang dijenguk oleh wali santri . Pada waktu tersebut, setiap malam selama 41 malam berturut-turut , ibunda disunahkan membaca surat al-Fātiḥah 41 kali setiap selesai shalat Maghrib. Setelah selesai, mohonkan kepada Allah agar putra/putrinya menjadi anak yang shalih atau shalihah . Ijazah dari KH. Aly Asyiqin Ahad, 14 September 2025 M Ditulis oleh: Muhammad Ivan ad-Dimawy

Doa Sebelum Mengaji/Belajar dan Doa Sesudah Mengaji/Belajar

1. Doa Sambil Menunggu Guru Datang Teks Arab: كَلَامٌ قَدِيْمٌ لَا يُمَلُّ سَمَاعُـهُ # تَنَــزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ وَنِيَّــــةٍ بِهِ اَشتَفِيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ # دَلِيْلٌ لِقَلبِيْ عِنْدَ جَهْـلِيْ وَحَيْرَتِيْ فَيَا رَبِّ مَتِّعْـنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِهِ # وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِيْ وَسَمْعِيْ وَمُقْلَـتِيْ Transliterasi: Kalāmun qadīmun lā yumallu samā‘uhu Tanazzaha ‘an qawlin wa fi‘lin wa niyyatin Bihi asytafī min kulli dā’in wa nūruhu Dalīlun li-qalbī ‘inda jahli wa ḥayratī Fayā Rabbī matti‘nī bi-sirri ḥurūfihi Wa nawwir bihi qalbī wa sam‘ī wa muqlatī 2. Doa Inti (Dipimpin oleh Guru) Teks Arab: اَللّٰهُمَّ اَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَاَكْرِمْنَا بِنُوْرِالْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَةِ الْعِلْمِ وَحَسِّنْ اَخْلَاقَنَا بِالْحِلْمِ وَسَهِّلْ لَنَا اَبْوَابَ فَضْلِكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ Transliterasi: Allāhumma akhrijnā min ẓulumātil-wahmi Wa akrimnā binūril-fahmi Waftaḥ ‘alainā bi-ma‘rifatil-‘ilm...

SPIRITUALITY: KONSEP, DIMENSI, DAN PRAKTIK PENGEMBANGANNYA MELALUI PUASA, DZIKIR, DAN MELEK WENGI

Pendahuluan Dalam era modern, dimensi spirituality (kerohanian) menjadi semakin relevan sebagai kebutuhan manusia dalam menemukan keseimbangan antara aspek fisik, mental, dan jiwa. Seperti dikemukakan Koenig (2012), spirituality adalah proses batiniah untuk menemukan makna hidup, merasakan hubungan dengan Tuhan, dan mencapai kedamaian batin. Salah satu bentuk aplikasi spirituality yang terus dilestarikan dalam tradisi keislaman adalah puasa, dzikir, dan melek wengi (tirakat malam), sebagai jalan untuk membersihkan hati sekaligus melatih kedekatan diri kepada Allah SWT. Kegiatan seperti ziarah, puasa sunnah, dan tirakat malam bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi metode penguatan spiritualitas yang terbukti membawa dampak positif terhadap kesehatan mental dan pembentukan karakter. B. Definisi Spirituality Spirituality menurut Koenig, McCullough, dan Larson (2001), adalah bagian dari pengalaman eksistensial seseorang dalam mencari keterhubungan dengan Yang Transenden, pencarian makna hid...

Sejarah Rutinan Ziarah Maqbaroh Waliyyullah Setiap Kamis Sore Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen

Berawal dari inisiatif dan hasil olah pikir Ustadz Muhammad Ivan dari Demak. Pada suatu kesempatan, beliau bersama Ustadz Muadzin Falaah Al Qolby memutuskan untuk sowan ke ndalem Mbah Yai Imanuddin, pengasuh Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam, Kebumen. Dalam pertemuan tersebut, diawali dengan pembahasan tertentu antara Ustadz Muadzin Falaah Al Qolby dan Mbah Yai Imanuddin. Setelahnya, Ustadz Muhammad Ivan mengajukan sebuah pertanyaan sekaligus permohonan arahan kepada beliau: “Kepareng matur, Kyai. Kados pundi menawi kulo ngajak sedoyo rencang-rencang santri putra ziarah saben dinten Kamis sonten dhateng maqbarohipun Mbah Yai Slamet Nur Mukholafah?” Mbah Yai Imanuddin pun memberikan arahan dengan penuh kebijaksanaan: “Maqbaroh tigo mawon. Kamis pertama Mbah Yai Slamet Nur Mukholafah, Kamis kaping pindo Mbah Anom Sidakarsa, Kamis kaping telu Mbah Abdul Awal Petanahan.” Dengan penuh hormat, Ustadz Muhammad Ivan menjawab: “Nggih, ngestuaken dawuh, Kyai.” Setelah dilanjutkan denga...

Amalan Rabu Wekasan

ب سم الله الرحمن الرحيم Diterangkan bahwa sebagian ulama ahli makrifat dari golongan ahli kasyaf wat-tamkīn menyebutkan, sesungguhnya pada setiap tahun turun 320.000 bala . Semua bala tersebut turun pada hari Rabu terakhir di bulan Ṣafar. Oleh karena itu, hari Rabu terakhir bulan Ṣafar dianggap lebih berat dan lebih sulit daripada hari-hari lainnya. Maka, barang siapa melaksanakan salat sunah mutlak 4 rakaat (dengan dua tahiyyat) pada hari itu, terlebih dahulu dianjurkan untuk mandi, memotong rambut, dan memotong kuku. Pada setiap rakaat membaca: Surah Al-Kautsar 17 kali Surah Al-Ikhlāṣ 5 kali Surah Al-Falaq 1 kali Surah An-Nās 1 kali Setelah salam, membaca doa. Maka orang tersebut akan dijaga oleh Allah Swt. dengan kemuliaan-Nya dari segala bala yang turun pada hari itu, serta tidak akan dikelilingi bala sejak hari itu hingga akhir tahun. Āmīn . Berikut doa yang dibaca: Berikut niat salatnya: Dari KH. Muhammad Hasyim Syafa’at Blokagung, Banyuwangi Tanbih: Para santri diharuskan menu...