Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen didirikan pada hari Rabu Pon, 19 Desember 2018 M bertepatan dengan 11 Rabiulakhir 1440 H. Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen pertama kali diinisiasi oleh KH. Abdul Malik Syafa’at, S.Sos., M.H., seorang kiai masyhur dari Banyuwangi. Beliau melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi terhadap pondok pesantren, khususnya di daerah Kebumen. Semangat tersebut didukung dengan semangat li i'lāi kalimatillāh (menghidupi agama Allah) agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses pendidikan berbasis pesantren.
Maka, KH. Abdul Malik Syafa’at, S.E., M.H. memilih lokasi di Masjid Al-Mujahidin yang terletak di Dusun Kebabal, Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, untuk mendirikan sebuah pondok pesantren.
Sebelum berdirinya pondok pesantren ini, di Masjid Al-Mujahidin Kebabal sudah ada program belajar berupa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang memiliki ratusan siswa. Maka, didorong oleh kebutuhan masyarakat, Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen pun difokuskan pada pendidikan Al-Qur’an.
Di masjid ini sejak tahun 1994 M telah berjalan kegiatan mujahadah setiap malam Jumat yang dipimpin oleh Murobbi Rūḥinā, Kiai Imanuddin. Kegiatan mujahadah ini telah mengakar kuat dan menjadi bagian penting dari kehidupan religius masyarakat setempat.
Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen memiliki program unggulan, di antaranya tahfidz Al-Qur’an dengan beberapa pilihan waktu, yakni 40 hari, 60 hari, dan 120 hari. Selain itu, pondok pesantren ini juga memiliki program pembelajaran kitab kuning sebagai bagian dari tradisi pesantren.
Lokasi Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen berada di Jalan Klengen-Wonosari, RT 03 RW 05, Dusun Kebabal, Desa Grogolbeningsari. Jaraknya sekitar 15 km dari pusat Kota Kebumen.
Visi, Misi, dan Tujuan Pondok Pesantren
Dalam rangka memberikan arah yang jelas mengenai penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan, Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen merumuskan visi, misi, dan tujuan sebagai berikut:
Visi
Menjadi pesantren yang unggul dan berprestasi dengan pondasi pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan agama Islam yang komprehensif.
Misi
1. Mencetak lulusan Al-Qur’an yang siap mengabdi kepada masyarakat.
2. Mencetak generasi muslim berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
3. Mencetak generasi muslim yang cerdas, berprestasi, saleh, sopan, dan santun.
4. Menciptakan lingkungan pesantren yang dinamis, kondusif, dan Islami dalam pembelajaran.
5. Menyelenggarakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan.
6. Menyelenggarakan pendidikan yang dapat berbaur dengan masyarakat.
Tujuan
Dalam proses penyelenggaraan pendidikan, Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen ingin mengembangkan jiwa dan karakteristik santri sebagai berikut:
1. Jiwa NKRI dan Nasionalisme
Jiwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan nasionalisme merupakan prinsip utama dalam penyelenggaraan sistem pendidikan di wilayah NKRI. Semua lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, berada di dalam wilayah ini dan harus menjunjung nilai keindonesiaan, kebangsaan, kenegaraan, serta persatuan yang didasarkan pada NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
2. Jiwa Keilmuan
Jiwa keilmuan melandasi seluruh stakeholder dan civitas akademika pondok pesantren untuk terus menimba, mencari, serta mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa henti. Bagi kalangan pondok pesantren, mencari ilmu merupakan kewajiban hingga akhir hayat. Semangat ini diwujudkan dalam bentuk pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan yang bermanfaat (al-‘ilm al-nāfi’).
3. Jiwa Keikhlasan
Jiwa keikhlasan bukan didorong oleh ambisi atau keuntungan tertentu, melainkan semata-mata demi ibadah kepada Allah. Keikhlasan ini termanifestasi dalam segala aktivitas, baik ibadah ritual maupun sosial, dengan keyakinan bahwa setiap amal baik akan dibalas Allah dengan kebaikan yang lebih baik.
4. Jiwa Kesederhanaan
Kesederhanaan bukan berarti pasif, miskin, atau lemah, tetapi menunjukkan kekuatan hati, ketabahan, serta penguasaan diri dalam menghadapi kesulitan. Dari kesederhanaan ini lahirlah jiwa besar, berani, serta pantang menyerah menghadapi dinamika sosial.
5. Jiwa Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah Islamiyah yang demokratis tercermin dalam interaksi sehari-hari di pondok pesantren melalui suasana akrab, damai, dan penuh persaudaraan. Keadaan ini sangat membantu pembentukan idealisme santri serta pembangunan karakter yang kokoh.
6. Jiwa Kemandirian
Kemandirian berarti kesanggupan pondok pesantren untuk tetap berdiri tegak tanpa ketergantungan pada pihak lain. Santri dilatih untuk mampu mengelola kehidupan pribadi dan sosial secara mandiri, dengan pondok pesantren sebagai tempat melatih kemandirian ini.
7. Jiwa Kebebasan
Kebebasan yang dimaksud adalah kemampuan santri dalam memilih jalan hidup dan menentukan masa depan dengan penuh optimisme, tanpa harus terpengaruh atau didikte oleh dunia luar, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
8. Jiwa Keseimbangan
Jiwa keseimbangan merupakan kesadaran santri bahwa manusia berfungsi sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, santri diwajibkan beribadah kepada Allah melalui berbagai bentuk ibadah mahdlah maupun ghairu mahdlah. Sebagai khalifah, santri diwajibkan menjalin kerjasama, komunikasi, serta pemanfaatan alam secara harmonis untuk kemaslahatan umat manusia. Kedua fungsi ini harus terwujud secara seimbang dalam pola pikir, sikap, dan perilaku sehari-hari.
Unit Pendidikan dan Fasilitas
Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen memiliki berbagai lembaga pendidikan dan fasilitas pendukung, antara lain:
• Pondok Putra & Putri sebagai tempat tinggal dan pembinaan santri.
• Madrasah Diniyah (Madin) Al-Amiriyah untuk memperdalam ilmu agama melalui kitab kuning.
• Raudhoh Tarbiyatul Qur’an (RTQ) Nurul Ikhlash sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an.
• SMP Qur’ani yang mengintegrasikan kurikulum umum dengan pendidikan Al-Qur’an.
• Madrasah Aliyah (MA) Walyatalathtthof Darussalam sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah berbasis pesantren.
• Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) untuk pelatihan keterampilan dan kemandirian santri.
• Aula Serba Guna sebagai pusat berbagai kegiatan pesantren maupun masyarakat.
• Perpustakaan sebagai pusat literasi dan kajian ilmiah bagi santri dan masyarakat.
Penutup
Demikianlah sekilas mengenai sejarah, visi, misi, tujuan, serta unit pendidikan Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen. Semoga pesantren ini senantiasa menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi Qur’ani, berakhlak mulia, berilmu luas, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan keberkahan, kekuatan, dan istiqamah kepada para pendiri, pengasuh, para ustadz-ustadzah, serta seluruh santri Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Ditulis oleh:
Muhammad Ivan
Kebumen, Sabtu, 16 Agustus 2025 M / 22 Shafar 1447 H

MasyaAllah, Alhamdulillah. 🥰
BalasHapusMasyaAllah Tabarrokallah
BalasHapusAlhamdulillah 🥰
BalasHapusMasyaallah sukses selalu 🥰
BalasHapusSemoga yang tidak tahu bisa tahu, manfaat barokah selalu🤲
BalasHapusKereeen
BalasHapus