Aku berjalan di lorong sunyi, membelah malam tanpa suara. Langkahku rapuh di bumi fana, namun ruhku memandang langit yang abadi. Aku bukan pencari dunia, bukan pemburu pujian manusia. Aku hanya seorang hamba, yang haus akan wajah-Mu, Ya Allah. Di dadaku ada badai, nafsu yang meraung seperti ombak hitam. Namun di setiap dzikir yang kusebut, Kau tenangkan lautan itu perlahan. Aku jatuh berkali-kali, hingga luka menjadi guru perjalanan. Air mata menjadi sungai taubat, dan sepi menjadi taman penghambaan. Lalu kutinggalkan diriku sendiri, kubakar nama dan keinginanku. Karena cinta sejati tak memberi ruang, bagi aku yang masih memeluk ego. Kini aku terbang seperti rajawali, melewati cakrawala jiwa. Sayapku bukan dari kesombongan, melainkan dari pasrah kepada-Mu. Kutembus langit makrifat, hingga waktu kehilangan makna. Tiada lagi “aku” di perjalanan ini, yang ada hanya Engkau semata. Fana’ billah adalah lautan cahaya, tempat segala nama dilebur. Dan ketika diriku lenyap seluruhnya...
"Blog pribadi Muhammad Ivan yang membahas dakwah Islam, motivasi hidup Islami, inspirasi kehidupan, serta refleksi spiritual. Sebuah ruang untuk belajar, berbagi, dan menebar kebaikan."