Sejarah Rutinan Ziarah Maqbaroh Waliyyullah Setiap Kamis Sore Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam Kebumen
Berawal dari inisiatif dan hasil olah pikir Ustadz Muhammad Ivan dari Demak. Pada suatu kesempatan, beliau bersama Ustadz Muadzin Falaah Al Qolby memutuskan untuk sowan ke ndalem Mbah Yai Imanuddin, pengasuh Pondok Pesantren Walyatalaththof Darussalam, Kebumen.
Dalam pertemuan tersebut, diawali dengan pembahasan tertentu antara Ustadz Muadzin Falaah Al Qolby dan Mbah Yai Imanuddin. Setelahnya, Ustadz Muhammad Ivan mengajukan sebuah pertanyaan sekaligus permohonan arahan kepada beliau:
“Kepareng matur, Kyai. Kados pundi menawi kulo ngajak sedoyo rencang-rencang santri putra ziarah saben dinten Kamis sonten dhateng maqbarohipun Mbah Yai Slamet Nur Mukholafah?”
Mbah Yai Imanuddin pun memberikan arahan dengan penuh kebijaksanaan:
“Maqbaroh tigo mawon. Kamis pertama Mbah Yai Slamet Nur Mukholafah, Kamis kaping pindo Mbah Anom Sidakarsa, Kamis kaping telu Mbah Abdul Awal Petanahan.”
Dengan penuh hormat, Ustadz Muhammad Ivan menjawab:
“Nggih, ngestuaken dawuh, Kyai.”
Setelah dilanjutkan dengan beberapa pembahasan lainnya, Ustadz Muhammad Ivan dan Ustadz Muadzin Falaah Al Qolby berpamitan undur diri dari ndalem beliau.
Demikian kisah singkat awal mula rutinan ziarah setiap Kamis sore ini. Semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan bagi kita semua. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar